Seseorang yang singgah, bisa pergi kapan saja. Begitupun kamu, sekerjapan mata membawa bahagia, lalu sirna. Begitu saja. Aku terbiasa dengan sapamu di pagi hari, pesan singkat yang hanya berisi panggilanmu untukku. Tanpa kata lain lagi. Atau pada merdu tawamu di telepon genggamku. Pada percakapan-percakapan tengah malam kita yang tak berarah pasti. Ya, aku menjadi lupa diri. Perkenalan singkat membawa kita pada cerita sederhana tentang kita. Ahh aku lupa. Bukan kita, hanya aku dan kamu, karna bahkan tak akan pernah ada kata' kita'. Aku terlalu sibuk menerka lalu merajut harapanku sendiri, tanpa sadar kamu telah lama berhenti. Bahwa tak sekalipun kamu ada disisi. Karna memang bukan aku si pengisi hati. Hari berganti, tapi harapku tak kunjung mati. Masih saja aku tak henti menanti, menggali jurangku sendiri. Mengapa kamu sangat pandai mencuri hati? Mengapa kamu sangat mudah membekas di hati. Ahhh atau kah aku yagg terlalu mudah jatuh hati. Bergelut pada har...
biarkan kisah ini tetap menjadi rahasia ;)