Hampa, mungkin itu kata yang mampu mendeskripsikan apa yang kurasa. Jelas itu bukan bahagia, karna tak kudapati gelitik kupu di hatiku. Mungkin memang itu sebuah luka, tapi entah mengapa aku justru tertawa menatapnya. Entahlah, aku tak tau bagaimana harus mendeskripsikannya. Dan aku membiarkan tanya itu menggantung disana. Beberapa waktu lalu aku merasa rindu yang mendesak hingga kurasa sesak. Aku mengambil handphoneku dan mengetik sederet nama yang sudah kuhafal diluar kepala. Keputusan yang kurutuki setelahnya. Aku menemukan kenyataan bahwa kini kalian telah bersama. Aku tak meneteskan air mata, walaupun jelas kurasa ada sesuatu yang menusuk teramat dalam. Aku tak sanggup berkata bahkan mencerna segala yang kurasa. Aku juga tak tau mengapa senyum terukir di bibirku walaupun jelas kurasa sesak didada. Pada akhirnya ketakutanku menjelma secara nyata. Dan aku hanya mampu berharap kalian bahagia. Ya, tentu saja aku berharap kalian bahagia. Tentu saja aku tak ingin kamu merasak...
biarkan kisah ini tetap menjadi rahasia ;)