Hai, bagaimana kabarmu? Sudah hampir tiga bulan lamanya kita
tak saling membagi kabar. Sejak ku putuskan untuk tak lagi berjuang. Yang aku
tau, kamu telah bersamanya. Gadis yang selalu menyulut api cemburuku.
Hai, ingatkah kamu padaku? Sosok yang sedari dulu selalu
memuja dan mendamba, sosok yang diam-diam jatuh cinta. Ya, aku memang
menaruh hati padamu, hati yang tak lagi utuh karena telah berkali-kali terjatuh.
Hai, apakah kamu merindukanku? Karena sesungguhnya tak
sedetikpun aku berhenti merindu. Meniti hari-hari sepi tanpamu tak pernah
terasa mudah untukku.
Hai, ingatkah kamu saat terakhir kita bertemu? Aku merasa
bahagia saat duduk disampingmu, tetapi kecewa segeramenyergap bahagiaku kala
kudapati kamu sibuk bertukar pesan yang kuyakini dengan dia yang kini disisimu.
Hai, ingatkah saat kamu berkata tak ada apa-apa diantara
kalian yang kudapati selalu bersama? Entah mengapa saat itu aku merasa kamu
sedang berusaha meyakinkanku. Tapi gelisah dihatiku tak pernah benar-benar
mereda. Dan kini kalian benar-benar membagi cinta.
Hai, kamu yang selalu membuatku merasa bahagia. Semoga kamu
selalu bahagia. Karena itulah doa yang tak pernah henti ku kata. Semoga kamu
tak pernah merasa apa yang kurasa.
Komentar
Posting Komentar