Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Rindu dan 765.4 kilometer

Hai rindu, sahabatku .  Terima kasih sudah menemani hari-hariku, memupuk satu demi satu inginku tuk bertemu.  Hai, rindu, teman baikku . Jangan terlalu sering menghampirinya, aku cemburu. Cukup aku yang kau temani disini. Aku tak ingin ia resah, aku takut ia akan menyerah, pada jauhnya jarak yang seakan memaksa kita untuk pisah.  Hai, rindu, Jangan mengganggu! Jangan terlalu sering mendesaknya, memaksanya untuk segera mencipta temu, sedang waktu tak pernah berpihak padaku. "Jarak hanyalah angka", ucapnya dulu. Mantra penguat ku. Walau aku tahu, kamu (si rindu) sering kali tak sebercanda itu. Diantara angka itu, ada sesaknya candu akan temu, ada curiga dan cemburu yang berusaha mengganggu, dan ada ragu yang menggugu. Perihal rindu, aku tak ingin kamu mengusik hari-harinya. Aku yang mencintainya lebih dulu, bahkan sering merasa sesak dan tak mampu karenamu. Aku tak ingin kamu memberatkan hatinya, atau bahkan menjadikan hujan di pelupuk matanya. Jika m...

Aku dan Kamu, yang tak sempat menjadi "Kita"

Ini adalah kisahku tentang mu. Kisah si penakut, dengan ribuan keraguan yang menahan langkah. Kisah si pemimpi, dengan berbagai imaji tentang indah negeri penuh fantasi. Kisahku tentang kamu yg  menggenggam jemari kedalam kisah penuh mimpi. Tunjukkanku bahwa dasar lautan sama indahnya dengan pantulan langit di kemilaunya permukaan. Kisah tentang aku  dan  kamu yang tak sempat menjadi kita. Kamu yang tak lelah mencari celah untuk sekedar mengintip jauh ke dalam lubuk hati, akhirnya justru mampu mencuri separuh hati. Sisa yang ku jaga sepenuh hati agar tak terluka ketika bagian lainnya di patahkan. Kemudian dalam sekejap mata, kamu menjelma menjadi binar dalam setiap tatap mata. Kamu mengambil peran dalam gemerlap hari-hari. Cinta mungkin tak akan pernah salah, pun rasa dalam kisah kita. Namun, mungkin waktu yang tak berpihak pada kita, karna adamu diantara aku dan dia. Ah, katamu tak ada kata waktu yang tak tepat, atau cinta yang datang terlambat. Katamu, itu hany...