Ini adalah kisahku tentang mu. Kisah si penakut, dengan ribuan keraguan yang menahan langkah. Kisah si pemimpi, dengan berbagai imaji tentang indah negeri penuh fantasi. Kisahku tentang kamu yg menggenggam jemari kedalam kisah penuh mimpi. Tunjukkanku bahwa dasar lautan sama indahnya dengan pantulan langit di kemilaunya permukaan. Kisah tentang aku dan kamu yang tak sempat menjadi kita.
Kamu yang tak lelah mencari celah untuk sekedar mengintip jauh ke dalam lubuk hati, akhirnya justru mampu mencuri separuh hati. Sisa yang ku jaga sepenuh hati agar tak terluka ketika bagian lainnya di patahkan. Kemudian dalam sekejap mata, kamu menjelma menjadi binar dalam setiap tatap mata. Kamu mengambil peran dalam gemerlap hari-hari.
Cinta mungkin tak akan pernah salah, pun rasa dalam kisah kita. Namun, mungkin waktu yang tak berpihak pada kita, karna adamu diantara aku dan dia. Ah, katamu tak ada kata waktu yang tak tepat, atau cinta yang datang terlambat. Katamu, itu hanya perihal meyakini apa yg kita miliki. Atau hal semacam itu yang aku tak tau pasti. Yang aku tau, kini hatiku terbelah, tak simetris, tak adil, dan tetap berat sebelah. Namun tetap saja tak mampu aku menentukan arah.
Keragu-raguan dan ke tamakanku akhirnya mengharuskan kisah kita kandas. Membiarkanmu lepas karna ada hati lain yang tak mampu ku lepas. Ya, karna aku telah berdua, maka tak seharusnya kisah kita ada.
Waktu berlalu, hari tanpamu terasa berat untukku. Berkali harus ku tikam hati dengan sebilah belati, menggilas rindu dalam sanubari. Tak kusangka, merelakanmu akan sesulit ini. Melepasmu akan serumit ini. Dan bayangmu tak pernah sekalipun meninggalkan ruang rindu di hati. Masih saja kamu singgah dalam lelap tidurku meninggalkan nyeri yang sama di hati.
Selepas langkah pergimu, tak kusangka akan kurasa duka. Tak kusangka hadirmu telah menjadi begitu bermakna. Rindu kian hari kian menyiksa, tetapi temu bukanlah suatu hal yang mungkin diterima. Ah, jangankan merindumu, tuk sekedar tau kabarmu pun aku tak mampu. Telah kamu tutup segala mungkinku untuk mencari kabarmu.
Seusai pisah mu, resahpun sungguh tak lagi perlu. Kisah kita sungguh telah musnah, takdir mungkin tak mengiyakan kita selangkah. Langit tak merestui kita seirama. Semoga pada akhirnya aku dan kamu sama-sama bahagia walau tak sempat menjadi kita.
Komentar
Posting Komentar