Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Hari Paling Sendu. Hari Paling Merindumu. Hari Ibu.

Waktu telah lama berlalu sejak engkau tak lagi di sisiku, tapi tak pernah seharipun aku berhenti merindu. Hai, ma. Apakabar disana? Maaf karna aku tak pernah jadi sosok yang sempurna untukmu. Jika saja aku mampu mengulang waktu, maka kan ku luangkan banyak waktu untuk sekedar memelukmu. Karna nyatanya umurmu tak lebih panjang dari waktu sibukku. 😢 Satu dari sekian hari yang membuatku merasa semakin merindu. Hari Ibu. Ketika aku membayangkan setiap anak memeluk ibu mereka. Atau sekedar mengucapkan selamat hari ibu. Ah, ini semakin membuatku merasa merindukan mamaku. Berharap ia masih disini, dan memelukku mengatakan bahwa ini hanya sebuah mimpi. 😭 Hai, ma. Maaf karna hari ini pun aku tak mampu menahan air mata ketika mengingatmu. Dan sama seperti sesal di hari-hari yang lalu, aku masih saja merutuki kesalahanku yang tak pernah mampu meluangkan sejenak waktuku untukmu. Sesuatu yang kini tak henti kusesali. Sering kali ku biarkan mama sekedar menunggu kepulanganku, bahkan t...

Rindu Kelabu

Masih saja kurasakan rindu datang mengendap lalu menyergap. Rindu dari rasa yang lalu. Rindu yang kukubur awan kelabu,. Rindu yang masih saja untukmu. Setahun lalu, tapi bagiku terasa sudah sewindu berlalu setelah kisah kita berakhir pilu, namun nyatanya hatiku masih kerap memikirkanmu, memupuk rindu. Masih saja bayangmu muncul malu-malu dalam benakku, sekedar menyapa atau bahkan mengingatkan kenangan manis tentangmu. Ahhh, waktu cepat sekali berlalu. Rasanya baru kemarin kamu duduk disampingku, berbagi cerita bersamaku.  Jalan kita memang tak lagi sama sejak kita putuskan tuk memecah arah. Kamu bahagia dengan jalanmu, dan aku yang masih saja merutuki kepergianmu. Sering kali aku terhanyut kisah yang lalu-lalu ketika tak sengaja melewati tempat yang penah kudatangi bersamamu. Bahkan masih saja aku merasa malu-malu ketika tak sengaja bertatapan mata denganmu. Ahh, rasa di hatiku nampaknya tek berubah sedikitpun untukmu.  Entah berapa kisah cinta yang telah kamu lalui...

253 Hari Tanpamu

Aku termangu menatap langit-langit kamar kosku. Menelusuri tiap retakan yang ada. Aku kembali merasa tidak berselera melakukan apa-apa. Perasaan tidak menyenangkan itu kembali hadir, mengendap-endap lalu menyergap membuat dadaku terasa sesak. Kunamai perasaan itu 'rindu'. Berhari-hari ku coba membunuh waktu. Jangan bilang aku tak pernah berusaha! Aku sudah berusaha mengisi tiap kekosongan waktuku, mengerjakan skripsi, mengunjungi tempat menyenangkan, berkumpul dengan orang-orang yang menenangkan, hingga sekedar berputar-putar menelusuri jalanan malang. Hanya sekedar untuk memalingkan ingatanku tentangmu, membangun jarak yang mampu menahan bayangan mu, mambatasi segala gerak tentang kisah bersamamu. Tapi selalu saja aku tak mampu, dan kembali merasakan rindu untukmu. Mungkin kamu tidak akan pernah membaca tulisanku, si bawelmu yang tak pernah berhenti menganggu. Mungkin kamu tak akan tau seberapa sulit menahan rindu untukmu, seberapa sulit mengabaikan walau luka hatikku...