Masih saja kurasakan rindu datang mengendap lalu menyergap. Rindu dari rasa yang lalu. Rindu yang kukubur awan kelabu,. Rindu yang masih saja untukmu. Setahun lalu, tapi bagiku terasa sudah sewindu berlalu setelah kisah kita berakhir pilu, namun nyatanya hatiku masih kerap memikirkanmu, memupuk rindu. Masih saja bayangmu muncul malu-malu dalam benakku, sekedar menyapa atau bahkan mengingatkan kenangan manis tentangmu. Ahhh, waktu cepat sekali berlalu. Rasanya baru kemarin kamu duduk disampingku, berbagi cerita bersamaku.
Jalan kita memang tak lagi sama sejak kita putuskan tuk memecah arah. Kamu bahagia dengan jalanmu, dan aku yang masih saja merutuki kepergianmu. Sering kali aku terhanyut kisah yang lalu-lalu ketika tak sengaja melewati tempat yang penah kudatangi bersamamu. Bahkan masih saja aku merasa malu-malu ketika tak sengaja bertatapan mata denganmu. Ahh, rasa di hatiku nampaknya tek berubah sedikitpun untukmu.
Entah berapa kisah cinta yang telah kamu lalui sepeninggalanku, entah berapa banyak kebahagiaan yang memenuhi hatimu. Bahkan kini yang ku tau, kamu mendekati teman baikku. Hahaha, ya! Aku masih saja diam-diam mencari kabarmu. Memungut tiap jejakmu tanpa tau malu. Seringkali aku merutuki kebodohanku yang masih saja memujamu setelah apa yang kau lakukan padaku, namun apalah dayaku jika pada akhirnya hatiku selalu menuntun kembali padamu. Walau kamu telah menolakku berkali-kali.
Biarkan saja, kelak hatiku mungkin akan lelah sendiri. Hingga akhirnya ia berhenti mencari pembenaran atas sikapmu padaku. Atau bahkan berhenti mengaitkan segala tingkahmu dan berharap aku masih di hatimu. Mungkin, kelak dikemudian hari namamu tak akan tersebut hatiku lagi. Mungkin. Meski aku masih tak terlalu yakin.
Komentar
Posting Komentar