Aku tak tau mengapa tiba-tiba jarak antara kita menghilang
Sejak kapan kita mulai berjalan bersisian
Sejak kapan pertengkaran itu terhapuskan
Sejak kapan redup matamu kini berbinar
Yah, awalnya kita memang tak akrab, tak saling berbagi tawa, bahkan
tak pernah berdampingan. Tetapi kini semua itu terasa tak nyata, serasa hanya
ilusi belaka, karna setiap ku palingkan wajah, aku dapat menangkap sosokmu
disana, menangkap sosokmu yang kan selalu tertangkap mataku.
Awalnya kedekatan kita adalah sebuah rahasia, kedekatan kita
hanyalah ilusi belaka, dan kedekatan kita tanpa ada suatu makna. Tetapi kini,
kedekatan kita serasa nyata, tak hanya terasa, tetapi nampak oleh mata. Aku tak
tau sejak kapan kita membiarkan tatapan mereka bertanya, membiarkan bibir
mereka tertawa.
Awalnya aku tak merasakan setiap kejanggalan yang ada, dan tak
menghiraukan setiap perkataan mereka. Yang aku percaya kamu tak akan berbuat
apa-apa seperti apa yang telah kau kata. Tetapi seiring berjalannya waktu, aku
merasakan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatku mulai bertanya, sesatu
yang mulai menyadarkan mata, sesuatu yang membuatku mendengarkan mereka.
Aku tak pernah menyadari bagaimana segalanya bermula. Saat aku
tersadar, aku telah berdiri di tempat yang tak seharusnya. Dan kusadari aku
telah berjalan terlalu lama. Hingga kita mengubah setiap kata, memahami apa
yang saling dirasa, sehingga mengerti tanpa harus berkata. Aku tak menyadari
sejak kapan kita mulai menghabiskan waktu bersama, hingga segalanya terasa
berbeda. Walaupun kita masih orang yang sama.
Kamu masih orang yang sama, yang dulu menatapku tanpa rasa. Tetapi
kini terasa sangat berbeda. Bagaimana tidak? Jika sikapmu padaku mulai tak
semestinya. Kini, kamu bahkan rela menahan tajamnya angin malam menusukmu,
hanya tuk biarkan aku merasakan kehangatan. Tepukan lembut tanganmu di puncak
kepalaku, tatapan lembut yang kini terpancar di matamu, bahkan senyum kecil
yang tak henti-hentinya menghiasi wajahmu. Bahkan kini jemarimu tak ragu tuk
bertaut dijemariku, menggenggam erat tanganku dan berjalan bersisian denganku.
Jadi, salahkah jika hatiku bertanya tentang apa yang ada? Tentang rahasia yang
tak jua kamu buka?
Komentar
Posting Komentar