Yeah, semua ini
masih tentang kamu. Tentang kamu yang masih bersemayam di hatiku, tentang
senyummu yang selalu hangatkanku, tentang segala memori tentangmu yang bertahan
ditengah kegelisahan hatiku, berusaha menghalau badai yang tak henti berhembus
dalam jiwaku.
Yeah ini semua
masih tentang kamu, yang entah mengapa terasa menjauh tak peduli seberapa kuat
kutahan bayangmu disisiku. Ini semua masih tetang kamu yang mulai memudar
termakan waktu, walaupun sekeras apapun ku coba mengingatmu.
Bayangmu memang masih
dihatiku, walaupun ku ragu kau kan tetap disisiku. Aku telah mencoba membangun
pelindung disisimu, agar kau takkan mengabur termakan waktu. Tetapi detik-detik
itu lebih kuat, lebih sanggup menarikmu jauh, hingga melangkah tinggalkanku, tak
peduli seberapa keras aku memanggil namamu.
Kamu memang
masih dihatiku, di tempat terhangat yang ku miliki, di tempat dimana padam tak
akan memakan api, tetapi dingin membekukanmu hingga tak lagi bertahan disisiku,
walau sekeras apapun ku mencoba hidupkan api yang dulu, namun kamu tetap
berlalu.
Aku tak tau apa
yang telah mengubahmu, cercaan detik-detik itu kah? Ataukah dingin yang
mencekammu? Hingga kini kamu memilih tuk berpaling. Sehangat itukah ingatanmu
tentangnya? Sebaik itukah dirinya? Atau lebih banyak tawa dan bahagia yang ia
tawarkan? Hingga kamu memilih tuk kembali bersamanya.
Akupun tak tau
apa yang telah mengubahmu, hingga tak lagi ku kenali dirimu. Hingga ku
kehilangan apa yang ada pada dirimu. Hingga ku tersesat dalam tatap matamu.
Apakah kini hati kita tak saling bertaut? Seperti jarak yang membuat jemari
kita tak lagi bertaut. Ataukah rasa untukku di hatimu telah hangus? Terkikis
pupus karna haus.
Salahkah bila ku
berusaha menahanmu? Berusaha mempertahankanmu disisiku. Berusaha agar kamu tak
kembali kepadanya. Salahkah? Ataukah sayap-sayap cintaku terlalu tajam
menusukmu? Atau lengan-lengan sayangku terlalu erat memelukmu? Hingga kamu tak
lagi mau bertahan disisiku. Hingga kamu memilih tuk kembali ke peluknya.
Aku tau, tak
sedikit luka mu karnaku. Genangan air matamu karna ku pun tak lagi cukup tuk
kamu bendung. Aku tau mungkin dia jauh lebih baik dari aku, jauh lebih
manjanjikan kebahagiaan untukmu, dan hal lain yang tak pernah ku berikan. Yeah,
karna aku tak memiliki apapun tuk kujanjikan padamu.
Mungkinkah harus
ku melepasmu? Karna kamu yang tak lagi ingin disisiku. Mungkinkah ku harus
relakanmu? Karna tlah kamu runtuhkan kepercayaanku untukmu. Mungkinkah ku harus
lupakanmu? Karna tlah lebih dulu kamu hapus segala tentangku.
Komentar
Posting Komentar