Hei.. ini ceritaku tentang kamu
yang masih menghantui pikiranku, yang masih saja enggan bergeser dari hatiku,
yang membuatku menulis tentangmu “lagi”. Yahh.. walaupun ini tak sepenuhnya
tentangmu. But, it’s still about you. And always been you!
Awalnya semua berjalan baik-baik
saja, sebelum kamu mulai hadir di mimpiku, sebelum kamu kembali membuatku
merasa rindu, sebelum kamu menjelma nyata dihadapanku. Kamu tau, betapa aku
telah berusaha menghapus bayang-bayangmu, betapa aku berusaha meyakini bahwa
kamu bukan untukku.
Kamu tau? semenjak hari itu,
melangkah menjauh terasa begitu berat, bertahan agar tak berpaling padamu
terasa begitu menyakitkan, dan berusaha menerima kenyataan bahwa kita tak
ditakdirkan bersama terasa begitu memilukan. Kamu tau apa yang lebih
menyakitkan? Kenyataan bahwa aku tak mampu untuk menerima uluran tangannya yang
berusaha menarikku dari segala bayang tentangmu. Kenyataan bahwa aku justru
semakin menyakitinya karna tak mampu melupakanmu.
Aku juga tak mengerti apa yang
menahanku, apa yang membuatku tak dapat melupakanmu begitu saja, apa yang
membuatku tak sanggup untuk menerima uluran tangannya. Kamu tau? Dia bahkan
lebih baik dari kamu, lebih peduli, lebih mengenal keluargaku, dan yang pasti
dia menyayangiku sepenuhhatinya. Tapi kenapa justru kamu yang selalu mengusik
pikiranku, membuat hari-hariku membiru.
Aahhh... tapi bahkan kamu tak
pernah peduli padaku. Kamu yang mengatakan bahwa tak boleh ada seorangpun yang
menyakitiku, mengatakan bahwa kamu akan melindungiku. Taukah kamu? Bwahwa setiap
kata manis itu yang membuatku semakin hancur ketika kamu berlalu.
Sudahlah.. ini juga bukan
sepenuhnya salahmu. Atau bahkan ini memang bukan salahmu? Yap! Ini salahku,
karna terlalu jauh mencintaimu, karna terlalu hanyut dalam bayang-bayangmu, dan
karna tak cukup kuat untuk berpaling darimu.
Komentar
Posting Komentar