Masih
kudapati dirimu mematung diambang pintu,,
Mengabaikan
segala seruku,
Hanya
terpaku memandang segala isyaratku,
Lalu
begitu saja mengabaikanku,
Lantas
itukah jawabanmu terhadap rasaku?
Bahwa
kamu memang tak inginkan hadirku
Tak
pernah sedikitpun membiarkanku memasuki ruang di hatimu.
Ya,
aku masih mendapatimu disana,
Dibalik
pekat gelapnya bayangan dan angan,
Timbul
tenggelam terserat arus mimpi dan harapan.
Inikah
saat dimana aku harus melangkah maju?
Tuk
berhenti menggantung harap padamu,
Tuk
mulai menutup pintu didepanmu,
Dan
memunggungimu yang masih saja diam membeku.
Komentar
Posting Komentar