Ada saat dimana aku merasa lelah, dan hanya ingin sekedar rebah. Merapikan serpihan hati yang patah, agar yang pecah tak melukai jiwa yang telah pasrah. Ada waktu dimana aku merasa sepi, di antara gemerlapnya hari. Sendiri berdiam di tepi, meratapi hati yang kian mati. Sama seperti yang lalu, hari ini aku merindumu lagi. Ah, atau kusebut saja tak mampu menahan rindu? Karna nyatanya tak sedetikpun aku tak merindumu. Sama seperti kisah yang lalu, hatiku masih membiru karnamu. Kali ini segalanya tak jauh berbeda. Aku masih tak mampu berhenti mendambamu, dan merutuki kebodohan hatiku. Masih saja ia mudah terbujuk rayu, melambung karna angan karanganku. Pikiran dan hatikupun masih saling beradu, berdebat menyalahkan sang waktu. Ahh, pikirku masih saja tak henti menerka alasanmu mengabaikanku, bahkan kini ia pandai mengarang cerita tentangmu. Membujuk hatiku agar tak begitu saja berhenti memperjuangkanmu. Betapa pandai ia merekam setiap inci kenangan tentangmu. Satupun tak ad...
biarkan kisah ini tetap menjadi rahasia ;)