Waktu terus berlalu walau kamu tak lagi di sampingku, meninggalkan sajak sepi terperangkap di hati. Membiarkanku merindu sendiri. aku rindu pada percakapan tengah malam di perjalanan kita yg panjang, pada hangatnya tawa diantara pekatnya malam, pada cerita-cerita yang tak henti terucap. ya aku merindumu. Aku tak tau apa yang membuatmu tiba-tiba beranjak pergi. Hingga kini, untuk sekedar membalas chatku pun kamu tak sudi. Adakah tingkahku yang melukai? Ataukah aku hanya tak sesuai lagi? Aku tak menyangka mencintaimu bisa menjadi serumit ini.
Tahap tersulit bagiku ketika harus melepasmu adalah ketika aku harus bertaruh melawan waktu dan membunuh rinduku. Ketika aku harus berdamai dengan kenangan tentangmu. Aku pernah baik-baik saja sebelum mengenalmu, setelah inipun aku akan baik-baik saja. Rindu tanpa temu pun masih mampu kusampaikan melalui doa di sepertiga malamku.
Setelah hari-hari mendung yang panjang, senduku akan hilang. Bukan, aku bukan melupakanmu tuan, aku hanya merelakanmu. Berdamai dengan hatiku dan bercengkrama dengan segala kenangan tentangmu. Bagaimana bisa aku lupa, jika separuh hatiku masih kamu bawa? Hanya saja kini, mengingatmu tak lagi terasa menyiksa. Semua tentangmu masih terukir begitu sempurna. Bagaimana lekuk senyummu membuatku begitu terpana. Bagaimana kedua bola matamu menatap manja mendebarkan hatiku yang berdesir bahagia. Ahh, mengapa kamu begitu hangat, membuatku jatuh cinta begitu erat.
Kenangan tentangmu masih begitu lekat di ingat, masih terasa begitu akrab, caramu melambai ketika kita bertemu, caramu menyapaku dengan panggilan itu, caramu melengkungkan senyummu, atau caramu menatapku. Ahh, aku begitu suka semua tentangmu. Aku suka ketika kamu tertawa, terasa begitu hangat. Aku suka bagaimana kamu mengambil keputusan untukku, walau hanya sekedar mengenai apa yang akan kita makan. Aku suka bagaimana kamu bercerita mengenai hobimu, walaupun aku tak mengerti apa-apa. Aku suka ketika kamu menggerutu merutuki padatnya jalanan jakarta, sedang aku begitu bahagia karna waktu memberiku kesempatan berlama-lama berdua.
Jatuh cinta padamu, adalah patah hati yang kusengaja. Bukan hal yang akan kusesal pada akhirnya. Karna kamu membuatku merasa begitu sempurna, walaupun tak bertahan lama. Jika mampu kuputar waktu kembali, aku akan tetap memilih untuk jatuh cinta. Kini, akan kunikmati sepi yang sementara dan rindu yang tak akan bermuara. Semoga kamu baik-baik saja, dan bahagia disana.
.
Ijinkan malam ini aku merindumu (lagi) ....
Untuk kesekian kali ...
Komentar
Posting Komentar