Jauh setelah aku melangkah. Menapakkan kakiku perlahan ke tanah. Menyeret dan memaksa tubuhku yang lemah. Mengumpulkan hati yang tinggal remah. Menata kembali mimpi-mimpi yang berserak pasrah. Jauh, setelah aku memutuskan menyerah dan pisah. Kita bertemu.
Diantara ribuan manusia, semesta memilih kamu dan aku untuk bertemu. Bertukar tatap malu-malu, lalu tersipu. Petualangan ribuan mil, berakhir pada senyummu diantara waktu yang membisu. Dari semua kemungkinan yang ada, kamu adalah harap yang membuatku tak henti merasa bahagia.
Denganmu, jatuh tak terasa menyiksa. Membangun mimpi bahagia, mengerjap harap pada pemilik semesta. Denganmu, aku ingin berlama-lama. Berteduh diantara kedua mata, atau menyesap senyum diantara dua lesung. Denganmu, aku bahagia. Dilindungi dalam genggam, dan dicintai dalam dekap. Denganmu, aku utuh. Mengerti tanpa dihakimi, dewasa tanpa di paksa. Denganmu, segalanya sempurna.
Diantara kabut yang mencipta kalut, kamu menerangi jalanku. Diantara dingin di malam yang ribut, kamu menenangkanku. Kamu adalah apa yang kusebut bahagia. Kamu adalah apa-apa yang kuharap disetiap doa. Kamu adalah hadiah terindah.
Kamu, yang tak pernah berhenti meyakinkan raguku. Menjawab pasti setiap tanyaku. Mengerti setiap tingkahku yang sering menyakiti. Kamu dengan segala kurangmu melengkapiku. Menjadi bagian yang mengutuhkanku. Menjadi pelengkap jalani hari-hariku.
Terima kasih karna telah singgah dan tak meminta pisah. Terima kasih, karna menyembuhkan tanpa mencipta luka. Terima kasih. Semoga sayang bukan hanya sekedar ucap lalu menguap. Semoga impian bukan hanya angan lalu menghilang. Semoga pada akhirnya jalan kita selalu beriringan tanpa perlu bercabang.
Komentar
Posting Komentar