Langsung ke konten utama

still about you (cinta diam-diam)


hahaha.. it's still about you. 
Penyebab merekahnya setiap senyum dihari-hari indahku.
yang masih berdiri disana, disudut hatiku,
dan seakan enggan untuk bergeser barang sedetikpun.
ini masih tentang kamu,
yang memupuskan (lagi?) mimpi indahku tentang kamu.
masih tentang kamu,
yang hanya diam termangu menatapku yang berseru.
masih tentang kamu... :)


yaaahhh... apa yang dikatakan orang tentang cinta diam-diam mungkin memang benar. (emm,, maksudku 100 % benar!!). seperti yang dituliskan oleh raditya dika dalam salah satu bukunya 'marmut merah jambu' (kalo nggak salah inget) dimana orang yang jatuh cinta diam-diam, pada akhirnya hanya dapat jatuh cinta sendirian. dan orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya hanya dapat merelakan.
hahaha.. aku hanya dapat terdiam, membenerkan setiap kata yang tertuliskan. karna memang itu lah yang aku rasakan, karna itulah yang harus aku lakukan "merelakanmu". :)

aku yang selama ini memujamu dalam bayang-bayang, hingga pada akhirnya mencintaimu dalam diam. Dan aku yang merasa bahagia hanya dengan menatapmu. Aku, yang tak henti mengulum senyum dan mengulang setiap kata dalam pesan singkatmu. Dan aku, yang tersipu malu saat tak sengaja menatap kedua matamu.Dan segala tingkah memalukanku didepanmu. "Ya!" aku mengagumimu. Dan, "Ya!" aku jatuh cinta padamu. :D

pada awalnya, aku merasa bahwa cinta diam-diam ini akan bersemi. merekahkan kuncup-kuncup yang selalu kusimpan rapi. Mewujudkan setiap angan indahku yang menyergap di lelapnya mimpi-mimpi. hahaha.. kamu memang selalu membuat aku bahagia! :D

Terkadang mimpi hanyalah mimpi, tak mampu menjelma secara nyata. Begitupun mimpiku tentangmu. Yang kini harus kandas saat segalanya kembali nyata, saat segalanya terbentang didepan mata. Ya! aku menyadari posisiku yang tak akan pernah berubah, dan tak akan pernah mampu mensejajari langkah. Dan pada akhirnya aku hanya jatuh cinta sendirian, pada akhirnya aku harus mampu merelakan. :') 

Aku tak akan mampu untuk menggantikan dia, untuk sekedar singgah dihatimu, untuk sekedar menyapa mimpi lelap tidurmu, untuk sekedar memiliki senyummu. Ya! aku menyadari hal itu. Aku bahkan mampu melihat binar matamu karenanya, hangat senyummu karenanya, dan hanya karenanya. :')

hahahahaha.... aku hanya mampu tertawa dalam getir yang kurasa. mungkin memang lagi-lagi takdir menggodaku, mengolok-olok kebodohanku. Atau justru kebaikan waktu, yang memberiku sedikit kesempatan untuk merasa bahagia didekatmu. aku tak akan pernah tau. :')

mungkin kisah kita (atau kah ini hanya kisahku?) memang harus berakhir seperti ini. aku memilih untuk merelakanmu. menyimpan segala yang aku rasa hanya untukku. membiarkan cinta ini hanya menjadi milikku. ;)
hei,, terimakasih atas segala bahagia yang kamu bagi. atas segala warna di tiap hari. terimakasih! :D


jadi, pernahkah kalian memiliki kisah sepertiku? atau justru kalian memiliki kisah yang sama persis denganku? hahahaha...
sssstttt.... biarkan ini tetap menjadi rahasia ;)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

What's meant to be will be

Kata banyak orang, melepaskan selalu menjadi pilihan menenangkan ketika tak lagi mampu bertahan. Tetapi menetapkan hati untuk berhenti atau tetap  bertahan nyatanya tak pernah benar-benar mudah. Walau luka berdarah-darah dan penuh nanah, nyatanya seringkali bergantung pada harapan bahwa si pujaan akan berubah selalu menjadi penghalang untuk menentukan arah. Tak peduli seberapa lama waktu di butuhkan, selalu ada alasan untuk tetap berdiam disana. Entah karna jalan yang telah jauh di tempuh akan terasa sia-sia jika menyerah, atau bahkan telah terlalu lelah untuk menerima ketidak pastian akan ada sosok yang lebih cerah. Setelah ribuan badai di kepala yang kutenangkan sendiri, setelah ribuan purnama yang menemani sepi. Rasanya aku mulai terbiasa berdiri sendiri. Berpasangan namun tetap berteman sepi. Berdua namun tetap berjuang sendiri. Bersama namun tetap berjalan sendiri. Kini dimengerti bukan lagi hal yang aku amini. Karna nyatanya dua tahun bersama masih tak mampu membuatnya m...

Rindu dan 765.4 kilometer

Hai rindu, sahabatku .  Terima kasih sudah menemani hari-hariku, memupuk satu demi satu inginku tuk bertemu.  Hai, rindu, teman baikku . Jangan terlalu sering menghampirinya, aku cemburu. Cukup aku yang kau temani disini. Aku tak ingin ia resah, aku takut ia akan menyerah, pada jauhnya jarak yang seakan memaksa kita untuk pisah.  Hai, rindu, Jangan mengganggu! Jangan terlalu sering mendesaknya, memaksanya untuk segera mencipta temu, sedang waktu tak pernah berpihak padaku. "Jarak hanyalah angka", ucapnya dulu. Mantra penguat ku. Walau aku tahu, kamu (si rindu) sering kali tak sebercanda itu. Diantara angka itu, ada sesaknya candu akan temu, ada curiga dan cemburu yang berusaha mengganggu, dan ada ragu yang menggugu. Perihal rindu, aku tak ingin kamu mengusik hari-harinya. Aku yang mencintainya lebih dulu, bahkan sering merasa sesak dan tak mampu karenamu. Aku tak ingin kamu memberatkan hatinya, atau bahkan menjadikan hujan di pelupuk matanya. Jika m...

Same old story, someone new

Beberapa hari setelah kuteguhkan hatiku untuk melepasmu, aku menyadari sesuatu. Perasaan yang menyergap terasa sangat akrab. Terasa lekat dalam ingat. Terasa begitu melekat. Lalu, seketika aku tercekat. Ya, aku pernah berdiri di tebing yang sama. Dulu, bertahun-tahun lalu. Ini bukan kali pertama aku jatuh cinta pada seseorang yang berkurung sangkar bernama "masa lalu". Ini bukan kali pertama sakit itu menghinggapi hatiku. Ini bukan kali pertama aku terluka berdarah-darah. Dulu, bertahun-tahun lalu.  Aku bukan lagi si belia yang penuh ambisi, berlari mengejar sang pujaan hati. Diusiaku kini, aku mulai memahami bahwa ini bukan lagi tentang ambisi, atau sekedar mimpi yang ku karang sendiri. Jika itu menyangkut hati, aku ingin segalanya pasti. Aku tegak berdiri jika di ingini, aku akan setia menemani hanya jika kamu tak beranjak pergi.  Dan kini, aku hanya mampu berdiri menepi. Berharap kamu menghampiri. Tapi, bagaimana mungkin kamu mencari, ketika aku sama sekali tak be...