Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

kamu ( again and again)

Masih kudapati dirimu mematung diambang pintu,, Mengabaikan segala seruku, Hanya terpaku memandang segala isyaratku, Lalu begitu saja mengabaikanku, Lantas itukah jawabanmu terhadap rasaku? Bahwa kamu memang tak inginkan hadirku Tak pernah sedikitpun membiarkanku memasuki ruang di hatimu. Ya, aku masih mendapatimu disana, Dibalik pekat gelapnya bayangan dan angan, Timbul tenggelam terserat arus mimpi dan harapan. Inikah saat dimana aku harus melangkah maju? Tuk berhenti menggantung harap padamu, Tuk mulai menutup pintu didepanmu, Dan memunggungimu yang masih saja diam membeku.

Untuk kamu yang tak henti memberi warna

Hai kamu yang masih berdiri diam disudut hatiku. Yang tak pernah sedetikpun bergeser dari ingatan. Yang tak pernah sedikitpun hilang dari kenangan. Yang selalu membuatku terjatuh berulang-ulang.  Sepertinya kisahku tentangmu akan segera usai. Karena akhirnya aku dapat menuntunmu untuk membaca hatiku. Ingatkah kamu saat aku berkata “ aku sudah menyatakannya, dengan caraku. Dan suatu saat dia pasti akan tau ”. Dan kamu menertawakanku, menertawakan kebodohanku, menertawakan ketakutanku. Sejujurnya saat itu aku ingin menyatakannya padamu. Tapi aku terlalu ragu, hingga lidahku menjadi kelu.   Aku hanya tak ingin menciptakan lagi beku diantara kita. Aku tak ingin hanya sekedar memandangi bayanganmu. Aku tak ingin segalanya kembali kelabu. Maka aku membiarkan kedekatan kita mengalir, tanpa perlu terusik dengan rasaku. Aku hanya ingin menebus tahun demi tahun yang membuat kita membisu. Ingatkah kamu saat kamu bertanya ‘’ lantas sampai kapan kamu  akan men...

let you go

“Tak peduli berapa banyak air mata yang menetes,  rasa sakit itu masih ada.  Masih berdiam disana, dibagian terluas hatiku.  Menancap teramat kuat, tak peduli seberapa besar upayaku melepaskannya. “ Kamu adalah satu-satunya sosok yang selalu menerimaku, tak peduli seberapa jahatnya aku padamu, seberapa sering aku menyakitimu, kamu tetap berdiri disana dan tertawa. Entah berapa kali aku mencoba membuatmu marah, menguji batas sabarmu, tapi kamu tak pernah goyah. Tak pernah sedikitpun memundurkan langkah. Kamu adalah sosok yang bahkan selalu kuanggap salah. Menatapmu saja membuatku jengah. Tapi entah mengapa justru hadirmu yang membuatku lemah. Meruntuhkan segala benteng yang tak pernah terjamah. Entah sejak kapan aku mulai terpanah.Semuanya terasa begitu mudah, hingga suatu ketika kamu berubah. Mungkin karna kamu mulai lelah, atau mungkin kamu mulai jengah. Kamu yang selalu melindungiku, kini justru merobek hatiku. Mengoyak segala percayaku padamu. Ka...

Kamu (lagi)

Hei.. ini ceritaku tentang kamu yang masih menghantui pikiranku, yang masih saja enggan bergeser dari hatiku, yang membuatku menulis tentangmu “lagi”. Yahh.. walaupun ini tak sepenuhnya tentangmu. But, it’s still about you. And always been you!  Awalnya semua berjalan baik-baik saja, sebelum kamu mulai hadir di mimpiku, sebelum kamu kembali membuatku merasa rindu, sebelum kamu menjelma nyata dihadapanku. Kamu tau, betapa aku telah berusaha menghapus bayang-bayangmu, betapa aku berusaha meyakini bahwa kamu bukan untukku.  Kamu tau? semenjak hari itu, melangkah menjauh terasa begitu berat, bertahan agar tak berpaling padamu terasa begitu menyakitkan, dan berusaha menerima kenyataan bahwa kita tak ditakdirkan bersama terasa begitu memilukan. Kamu tau apa yang lebih menyakitkan? Kenyataan bahwa aku tak mampu untuk menerima uluran tangannya yang berusaha menarikku dari segala bayang tentangmu. Kenyataan bahwa aku justru semakin menyakitinya karna tak mampu melupakanmu....

it's you!

kamu yang membuatku tak mampu berkata.. kamu yang membuatku menjadi wanita terbodoh di dunia.. mengagumimu, hingga tersungkur karna mencintaimu.. kamu, dengan segala sikapmu yang mampu meluluhkanku dan kamu yang mampu meratakan dinding egoku.. ini masih ceritaku tentang kamu. tentang seseorang dimasa lalu, yang merenggut kisah indahku (atau justru akulah yang merenggut kisah indahmu?). kamu yang bahkan mungkin tak pernah menatapku justru mebuatku terseok dalam langkahku.. it's you!  it's always been you! ;)

still about you (cinta diam-diam)

hahaha.. it's still about you.  Penyebab merekahnya setiap senyum dihari-hari indahku. yang masih berdiri disana, disudut hatiku, dan seakan enggan untuk bergeser barang sedetikpun. ini masih tentang kamu, yang memupuskan (lagi?) mimpi indahku tentang kamu. masih tentang kamu, yang hanya diam termangu menatapku yang berseru. masih tentang kamu... :) yaaahhh... apa yang dikatakan orang tentang cinta diam-diam mungkin memang benar. (emm,, maksudku 100 % benar!!). seperti yang dituliskan oleh raditya dika dalam salah satu bukunya 'marmut merah jambu' (kalo nggak salah inget) dimana orang yang jatuh cinta diam-diam, pada akhirnya hanya dapat jatuh cinta sendirian. dan orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya hanya dapat merelakan. hahaha.. aku hanya dapat terdiam, membenerkan setiap kata yang tertuliskan. karna memang itu lah yang aku rasakan, karna itulah yang harus aku lakukan "merelakanmu". :) aku yang selama ini memujamu dalam...

''Sweet Dream''

aku mengagumimu dalam bayang-bayang.. mengulum senyum di relung terdalam.. dan aku mencintaimu dalam diam.. menitipkan lantunan kata dalam bilik kerinduan.. yaa.. ini masih tentang kamu. tentang kamu yang bersembunyi dalam diam. yang membuatku tersenyum karna mimpi singkat tentangmu, tentang pertemuan singkat. ;) aku tak pernah memimpikan hari itu kan datang. hari dimana aku bertemu denganmu. bukan hanya berpapasan seperti dulu, atau melihatmu dari kejauhan. BUKAN! kamu berdiri tepat di depanku, berjalan tepat disampingku, dan berbicara menatap mataku. heii,, taukan kamu betapa aku berharap kamu takkan mendengar degub jantungku yang seakan berpacu? Tahukah kamu betapa aku berusaha menahan senyumku, menahan gelitik ribuan kupu-kupu diperutku. Ya! Aku bahagia. Sangat bahagia. :D awalnya aku tak menyangka bahwa kita benar-benar akan bertemu. Benar-benar berbincang walau kecangguangan masi menyergap, membentang dinding jarak antara kita. Kamu.. yap kamu! Yang ber...

Things called "love"

Entah kita memang saling berkaitan atau takdir hanya senang bermain denganku aku dan kamu mungkin memang tak diciptakan untuk bersatu karna waktu tak pernah berpihak padaku pada kisah kita.. kisah ini dimulai dari beberapa tahun lalu. Saat aku pertama kali bertemu denganmu. Aku mengagumimu sejak dulu. Sejak kita duduk dibangku sekolah dasar (yahh.. mungkin itu yang mereka panggil ‘cinta monyet’). Aku masih ingat dengan jelas saat pertama kali aku melihatmu, dan sejak saat itu aku ‘hanya melihatmu’. Saat itu kita duduk di berada di tingkat 2 di salah satu sekolah dasar swasta. Aku lupa bagaimana awalnya kita duduk berdekatan, yang aku ingat saat itu pelajaran bahasa inggris sedang berlansung. Entah karna kepandaianmu, atau karna paras wajahmu atau bahkan hanya karna senyummu, aku mulai terpikat (yaahhh.. tapi apa sih yang anak kelas 2 SD tau tentang cinta dan hal semacamnya?). Waktu berlalu begitu saja, setiap detiknya memakan usia kita. Masih di sekolah yang sama,...